Mengenal Lebih Dekat Pengobatan dan Permainan Anak Autis

Autisme merupakan kondisi ketika sistem saraf mengalami gangguan. Terdapat bagian-bagian otak yang tidak bekerja secara seimbang. Akibatnya, penderita autisme mengalami beberapa masalah. Mulai dari masalah berkomunikasi, berinteraksi, hingga memahami emosi.

Agar gejala yang ditimbulkan dapat diminimalisir, perlu dilakukan pengobatan. Selain itu, memilih jenis permainan yang tepat juga dapat memberikan dampak positif.

Cara Pengobatan

Sampai saat ini, autisme memang belum bisa disembuhkan secara total. Namun, ada beberapa pengobatan yang dapat menunjang agar autisme tidak semakin parah.

  1. Terapi Perilaku dan Komunikasi

Gangguan yang mereka alami membuat mereka kesulitan untuk memahami lingkungannya. Mereka tidak hanya sulit berkomunikasi, tetapi juga sulit memahami orang-orang sekitarnya.

Terapi perilaku dan komunikasi dilakukan agar anak dengan autisme lebih mudah beradaptasi. Beberapa contoh terapi ini ialah terapi kognitif, terapi okupasi, dan terapi wicara.

     2. Terapi Keluarga

Pemberian terapi autisme tidaklah sebatas pada anaknya saja. Anggota keluarga lainnya juga perlu diberikan terapi agar bisa berinteraksi dengan sang anak.

Tentu saja, hal ini juga akan berdampak langsung bagi kemampuan anak untuk menyesuaikan diri.

     3. Terapi Psikologi

Jika anak denga autisme memiliki masalah kejiwaan seperti depresi, terapi psikologi juga dibutuhkan.

     4. Pemberian Obat

Anak penderita autis terkadang membutuhkan obat untuk mengendalikan gejala-gejala tertentu. Sebagai contoh, antidepresan digunakan agar anak tidak mengalami kecemasan.

Jenis Permainan Untuk Anak Autis

Terdapat beberapa jenis permainan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengoptimalkan otak penderita autis.

  1. Puzzle

Selain mudah dan menyenangkan, puzzle dapat melatih fungsi kognitif. Anak dengan autisme dapat belajar memecahkan masalah dan tidak mudah menyerah.

     2. Balok Susun

Permainan ini akan merangsang kreativitas dan kemampuan berfikir secara runut. Anak juga bisa belajar bersosialisasi.

    3. Menggambar dan Mewarnai

Pada permainan ini, anak belajar membedakan warna. Kemampuan motorik halusnya juga dapat terlatih dengan menggambar dan mewarnai.

    4. Kartu bergambar

Kartu bergambar bisa meningkatkan daya ingat anak. Selain itu, anak juga bisa mengenal angka, huruf, hewan, tumbuhan, serta hal-hal lainnya.

   5. Boneka atau bantal lembut

Penderita autis harus menenangkan diri ketika merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, boneka atau bantal lembut bisa menjadi media untuk belajar mengendalikan emosi.